INFO TERBARU Penawaran Program Sarjana Non Beasiswa dari IPB Klik Di Sini    Penawaran Program Sarjana Non Beasiswa dari Institut Pertanian Bogor Klik Di Sini    Hasil Pemantauan Kehadiran Aparatur Negara sesudah cuti bersama hari raya idul fitri 1440 HKlik Di Sini    Pembukaan Beasiswa PNS, TNI dan POLRI LPDP Tahun 2019Klik Di Sini    Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Tinggi Pratama LKPPKlik Di Sini   

Sertifikasi Keahlian akan Menguatkan Pemenuhan Syarat Pengisian Jabatan

akarta-Humas BKN, Kepala Pusat Pengembangan ASN BKN (Kapusbang ASN), Ahmad Jalis menjelaskan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi teknis manajemen ASN dimaksudkan sebagai upaya membangun kompetensi teknis manajemen ASN sesuai jenjang jabatan. Untuk kesempatan kali ini merupakan pelatihan utk jenjang Pengawas dan Administrator pengelola kepegawaian pada instansi Pusat dan Daerah dan dilanjutkan dengan uji kompetensi/sertifikasi bagi seluruh peserta. “Kegiatan ini juga bermakna sebagai upaya memberi contoh baik sekaligus akuntabilitas pengelola kepegawaian dalam menjalankan tugas pekerjaannya”, tandas Jalis. Karena itu, Kapusbang ASN mengapresiasi peserta yang mengikuti kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Teknis Manajemen ASN jenjang Pengawas dan Administrator yang digelar Pusbang ASN 1-2 Agustus 2019 di kampus Pusbang ASN, Ciawi, Bogor.

Jalis lebih lanjut menjelaskan kemampuan teknis manajemen asn bagi pengelola kepegawaian menjadi sangat sentral guna mendorong terwujudnya ASN unggul dan berkinerja tinggi karena dikelola oleh sistem kepegawaian yang mendorong tumbuhnya kerja profesional.

Pernyataan Kapusbang tersebut disampaikan di hadapan peserta yang terdiri dari 30 Administrator dan 30 Pengawas. Sebelumnya, Kepala Bidang Pengelolaan Diklat ASN, Nur Hasan mengatakan pelatihan tersebut dilakukan dengan metode e-learning, ceramah dan studi kasus dan pembuatan Rencana Tindak Lanjut (RTL). “Fasilitator dalam pelatihan ini di antaranya JPT Madya/JPT Pratama, Pakar/praktisi dari BUMN dan swasta termasuk MNCs dan Widyaiswara BKN”. Pada akhir pelatihan dilakukan uji kompetensi terhadap para peserta melalui uji pengetahuan dengan menggunakan CAT dan wawancara oleh pakar penguji dan asesor teknis termasuk validasi portofolio.

Pada kesempatan itu Nur Hasan juga menyampaikan agar publik berhati-hati terhadap ulah sejumlah oknum yang memanfaatkan pelatihan tersebut untuk mendatangkan keuntungan pribadi. “Terdapat oknum yang menyebarluaskan informasi ini kepada sejumlah kepala SKPD bahwa untuk bisa mengikuti pelatihan ini harus membayarkan sejumlah uang. Itu tidak benar. Pelatihan ini sepenuhnya gratis namun Pusbang ASN tidak menyediakan uang saku dan transport bagi peserta”

Sumber :http://www.bkn.go.id